Tomé Pires Parque (Jakarta)
Indonesia /
Jakarta /
Jakarta
World
/ Indonesia
/ Jakarta
/ Jakarta
park
Add category
Pengarang buku Summa Oriental, yang berisi uraian tentang Jawa (dan Kerajaan Sunda) secara lengkap sehingga digunakan sebagai salah satu sumber tertua Kota Jakarta. Tome Pires adalah seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon, Portugal. Ia sampai ke Malaka pada tahun 1512, untuk suatu tugas mengurusi pembelian obat-obatan di kota tersebut. Sejak di Malaka, Pires mengumpulkan segala informasi yang tersedia di bandar paling ramai di Asia Tenggara itu. Di Malaka pula ia menyusun buku Suma Oriental dan diselesaikan di India saat hendak kembali ke Portugal tahun 1515. Oleh karena Pires seorang yang terdidik baik, pengamat yang teliti dan keingintahuannya
besar, maka informasi yang disusunnya sangat berharga. Uraiannya tentang Jawa dan Sunda sangat lengkap dan panjang.
Kemudian tahun 1513 (Maret-Juli), ia berlayar ke Jepara untuk membeli lada. Dua tahun kemudian berlayar ke India dan berencana pulang ke Lisbon karena sudah kaya. Namun gagal sebab diutus sebagai duta pertama Kerajaan Portugis ke Tiongkok, terutama untuk belajar mengenal obat-obatan di negeri tersebut. Tahun 1517 Pires tiba di Guangzhou dan diterima dengan hormat, namun ia harus menunggu lama sampai diperbolehkan masuk ke Beijing tahun 1521. Ternyata misinya ditolak karena terjadi kesalah pahaman. Dan karena timbulnya kerusuhan antara para kapten kapal-kapal Portugis
dan instansi-instansi Tionghoa serta berbagai tuduhan lainnya, maka ia dirantai dalam penjara dan meninggal tahun 1524 karena sakit. Namun menurut EM. Pinto, Pires dibuang ke pedalaman Tiongkok, menikah dan mempunyai seorang putri yang menganut agama Kristen serta melaporkan kematian ayahnya sekitar tahun 1539 di Hsien-Pei-chou (kiangsu) di tepi Kali Besar.
besar, maka informasi yang disusunnya sangat berharga. Uraiannya tentang Jawa dan Sunda sangat lengkap dan panjang.
Kemudian tahun 1513 (Maret-Juli), ia berlayar ke Jepara untuk membeli lada. Dua tahun kemudian berlayar ke India dan berencana pulang ke Lisbon karena sudah kaya. Namun gagal sebab diutus sebagai duta pertama Kerajaan Portugis ke Tiongkok, terutama untuk belajar mengenal obat-obatan di negeri tersebut. Tahun 1517 Pires tiba di Guangzhou dan diterima dengan hormat, namun ia harus menunggu lama sampai diperbolehkan masuk ke Beijing tahun 1521. Ternyata misinya ditolak karena terjadi kesalah pahaman. Dan karena timbulnya kerusuhan antara para kapten kapal-kapal Portugis
dan instansi-instansi Tionghoa serta berbagai tuduhan lainnya, maka ia dirantai dalam penjara dan meninggal tahun 1524 karena sakit. Namun menurut EM. Pinto, Pires dibuang ke pedalaman Tiongkok, menikah dan mempunyai seorang putri yang menganut agama Kristen serta melaporkan kematian ayahnya sekitar tahun 1539 di Hsien-Pei-chou (kiangsu) di tepi Kali Besar.
Nearby cities:
Coordinates: 6°6'32"S 106°55'10"E
- RAWA DI SEMPER BARAT 2.5 km
- TANAH SHM 17 HA CI ING 4.2 km
- Pulo Kandang- Ruang terbuka hijau rencana 4.5 km
- Rencana Waduk Kelapa Gading 4.5 km
- Perumahan Green Garden (Jak-Ut) 5.4 km
- Hutan Kota & Situ Rawa Gelam 10 km
- TPU Cipinang Besar Jakarta Timur 14 km
- Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 21 km
- Muara Gembong 23 km
- ALUN-ALUN KOTA KARAWANG 47 km
- PT. Masaji Tatanan Container 0.3 km
- PT Lastern Polymer 0.5 km
- PT AIRIN 0.6 km
- Kalibaru 0.8 km
- PT Bogasari Flour Mills 1 km
- Lagoa 1.2 km
- Semper Barat 1.7 km
- Tugu Utara 2 km
- Jakarta Bay 14 km
- Jakarta 17 km