Patung "Hermes" (Jakarta)
Indonesia /
Jakarta /
Jakarta /
Jembatan Harmoni
World
/ Indonesia
/ Jakarta
/ Jakarta
statue, monument, historical marker
Patung Dewa Hermes yang konon ditempatkan di Jembatan Harmoni sejak tahun 1905 tanpa penjelasan rinci. Bahkan sebelumnya beberapa majalah, termasuk majah Belanda Moeson tahun 1972 mempertanyakan asal usul patung “Putra” dari Dewa-Dewi dalam Mitologi Yunani
Patung Logam berbentuk sosok Pria bertubuh kekar ini merupakan Patung Dewa Hermes, namanya dirubah Bangsa Romawi menjadi Dewa Mercurius (Merces = Komoditas). Menurut Mitologi Yunani Dewa Hermes adalah Putra Zeus dengan seorang Peri Maya. Hermes merupakan pesuruh atau pembawa berita terutama beriata dari Zeus. Ia merupakan dewa yang cerdas dan juga cepat gerak-geriknya. Hermes merupakan Dewa pelindung para Gembala, Pedang, Pengantar Roh-roh ke alam baka dan juga pelindung sekolah-sekolah olah raga serta para atlit.
Hermes dilukisan sebgai pemuda yang memakai topi dan sepatu bersayap (lambang kecepatan) Tangannya kadang-kadang memegang sebuah tongkat dililit ular (lambang berita), atau sebuah dompet (lambang perdagangan).
Identifiakasi patung Dewa Hermes yang berda di Jembatan Harmoni sebagai berikut : Tinggin 200 cm, Lebar 38 cm dan berat 80 kg. Warna Kuning Kehitam-hitaman. Jenis logam Perunggu (campuran kuningan dan tembaga)
Asal muasal patung ini berhasil dilacak, berkat warga yang peduli akan masalah yang dihadapi oleh BCB DI iBU Kota Jakarta. Seorang Dokter Spesialis Kulit dan Perintis Speleologi Indonesia R. Ko King Tjoen memperoleh informasi patung tersebut dari Prof DR Ernst Stolz ahli penyakit kulit dari Belanda asal Roterdam. Ernst dilahirkan di Jl Mataram, Jakarta. Patung Hermes tersebut pernah dimiliki oleh Kakeknya seorang kebangsaan Jerman, Karlz Wilhelm Stolz (lahir 28 Januari 1869 di Jerman) yang datang ke Hindai Belanda sebagai utusan dagang. Stolz bertugas di Banjarmasim dan Sibolga, kemudian pindah ke Batavia. Pada tanggal 9 Juni 1897, ia menikah dengan wanita Swiss bernama Matilda Jenny, di Buitenzorg (sekarang Bogor)
Patung Logam berbentuk sosok Pria bertubuh kekar ini merupakan Patung Dewa Hermes, namanya dirubah Bangsa Romawi menjadi Dewa Mercurius (Merces = Komoditas). Menurut Mitologi Yunani Dewa Hermes adalah Putra Zeus dengan seorang Peri Maya. Hermes merupakan pesuruh atau pembawa berita terutama beriata dari Zeus. Ia merupakan dewa yang cerdas dan juga cepat gerak-geriknya. Hermes merupakan Dewa pelindung para Gembala, Pedang, Pengantar Roh-roh ke alam baka dan juga pelindung sekolah-sekolah olah raga serta para atlit.
Hermes dilukisan sebgai pemuda yang memakai topi dan sepatu bersayap (lambang kecepatan) Tangannya kadang-kadang memegang sebuah tongkat dililit ular (lambang berita), atau sebuah dompet (lambang perdagangan).
Identifiakasi patung Dewa Hermes yang berda di Jembatan Harmoni sebagai berikut : Tinggin 200 cm, Lebar 38 cm dan berat 80 kg. Warna Kuning Kehitam-hitaman. Jenis logam Perunggu (campuran kuningan dan tembaga)
Asal muasal patung ini berhasil dilacak, berkat warga yang peduli akan masalah yang dihadapi oleh BCB DI iBU Kota Jakarta. Seorang Dokter Spesialis Kulit dan Perintis Speleologi Indonesia R. Ko King Tjoen memperoleh informasi patung tersebut dari Prof DR Ernst Stolz ahli penyakit kulit dari Belanda asal Roterdam. Ernst dilahirkan di Jl Mataram, Jakarta. Patung Hermes tersebut pernah dimiliki oleh Kakeknya seorang kebangsaan Jerman, Karlz Wilhelm Stolz (lahir 28 Januari 1869 di Jerman) yang datang ke Hindai Belanda sebagai utusan dagang. Stolz bertugas di Banjarmasim dan Sibolga, kemudian pindah ke Batavia. Pada tanggal 9 Juni 1897, ia menikah dengan wanita Swiss bernama Matilda Jenny, di Buitenzorg (sekarang Bogor)
Nearby cities:
Coordinates: 6°10'2"S 106°49'15"E
- National Museum of Indonesia 0.9 km
- Taman Patung Diponegoro 3.8 km
- Patung Orang utan 16 km
- Bundaran Patung Soekarno-Hatta 17 km
- Borobudur Temple Park 406 km
- Borobudur Temple 407 km
- The Base for Garuda Wisnu Kencana 967 km
- Tugu Pahlawan Karangasem 1003 km
- Gili Meno's Under Water Statues 1048 km
- Horse statue 1527 km
- Kompleks Istana Presiden 0.3 km
- Petojo Utara 0.6 km
- West Monas Park 1 km
- Petojo Selatan 1 km
- Gambir 1.1 km
- Istiqlal Mosque Complex ( Ex. Wilheminapark) 1.2 km
- Merdeka Square 1.2 km
- Pasar Baru 1.5 km
- Gage Tomang Gajahmada 1.9 km
- Jakarta 7.1 km