Padang Tikar Island

Indonesia / Kalimantan Barat / Pontianak / kab. Pontianak, prov. Kalimantan Barat
 Upload a photo

Alt. names: Pulau Padang Tikar (id), Pulau Padangtikar, Pulau Telukair

Pulau Padang Tikar (en: mat fields island) is the island located close to the border area of Ketapang regency, in the southern of <a href="//en.wikipedia.org/wiki/Pontianak,_Indonesia">Pontianak regency</a>, <a href="//en.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Barat">West Kalimantan</a>.
Nearby cities:
Coordinates:   -0°50'14"N   109°29'34"E

Comments

  • Pulau Padangtikar (T503 US Army Map Service), (Wall Map of West Kalimantan Province, Bakosutarnal, 2004)
  • Pulau Padangtikar kecamatan Batuampar merupakan pulau yang pada tahun 1961 dibuka oleh orang-orang Kajoran, Karanggayam, Kebumen menjadi sebuah pemukiman Transmigrasi. Sebelumnya diusahaan oleh saudara-saudara suku Melayu dari Tayan dan karenanya disebut daerah Parit Tayan. Dalam pengembangan selanjutnya, Mbah Marsum, Mbah Saean, mbah Dani, Mbah Karto Kasimin mengembangkan daerah tersebut ke dalam tiga desa Teluk Nibung, Sidadadi, Bangunarjo dan Cabang Kertas. Mbah Marsum, atau yang dikenal dengan nama Mbah Surat itulah yang membuat kesepakatan bahwa setiap kepala keluarga berhak memiliki lebar tanah 45m dan panjangnya ke belakang sekitar 500 m atau sekitar dua hektar. Kini, bersama-sama dengan puak Melayu yang tinggal di tempat tersebut, telah terjadi kawin mawin dan keturunannya disebut dengan istilah JAPON atau Jawa Pontianak. Tempat ini dari Pontianak jauhnya 3 jam dari pelabuhan Senghi atau 2 jam dari Rasau Jaya dengan menggunakan speedboat dan merapat di pelabuhan Batuampar. Ongkos karcisnya sekitar Rp 80.000 dari Rasau dan Rp. 110 ribu dari Senghi. Perjalanan satu jam dari Batuampar ditempuh dengan menggunakan TEGUH sepeda motor jemputan dari saudara-saudara yang telah tinggal di ketiga desa tersebut. Produk minyak kelapa dan pisang sale merupakan produk unggulan ketiga desa ini.
  • good explanation, that will further promote tourism and hopefully will attract more people from outside Indonesia.
This article was last modified 15 years ago