Makam Sunan Pandanaran (Klaten)

Indonesia / Jawa Tengah / Wedi / Klaten
 mountain, park, cemetery, place with historical importance, mosque, islam, interesting place
 Upload a photo

Adipati Semarang yang termansyur dengan nama Ki Ageng Pandaran meninggalkan singgasananya karena tertarik terhadap ajaran Islam yang disampaikan oleh Sunan Kalijaga. Atas nasihat Sunan Kalijaga agar berdakwah di daerah Jabalkat.
Ki Ageng Pandanaran dan istrinya menyamar/ngenger pada seorang wanita pedagang beras di Wedi, Klaten. Akhirnya, mereka menetap sebagai guru mengaji di Tembayat selama dua puluh lima tahun, Ki Pandanaran hidup sebagai Ulama dengan sebutan Sunan Tembayat. Pada tahun 1537 M beliau wafat dan dimakamkan di Bukit Jabalkat/Bayat.

Prasasti makam Sunan Tembayat tertulis bahwa makam ini pertama kali dipugar pada 1566 M. oleh raja pajang Sultan Hadiwijaya. Kemudian, pada tahun 1633 m, dipugar oleh Sultan Agung Mataram memperluas dan memperindah bangunan makam. Cerita tentang kesaktian Bupati kedua dari Semarang yang dimakamkan di Tembayat sudah beredar di kalangan masyarakat jawa sejak pertengahan abad ke 17.
Nearby cities:
Coordinates:   7°46'52"S   110°37'59"E
This article was last modified 11 years ago