Lapangan Pandeyan Ngemplak Boyolali ini termask lapangan yang boleh dikatakan "the best" di seantero Kecamatan Ngemplak. Tanahnya datar/ "roto banget", rumputnya tebal dan alus. Waktu kecil, saya menyaksikan, disini pada event2 tertentu seperti 17 an, sering dipakai pegelaran wayang kulit. Yang saya ingat dalangnya dalang Pagol dari Klodran dengan lakon "brontoyudo"/ Bharata Yudha.Dengan kemulan sarung saya bersama kawan2 suka nonton pagelaran wayang dengan lakon brontoyudo ini semalam suntuk sampai byar padang raino.Adegan yang paling mengesankan antara lain oada saat senopati Pendowo, Haryo Werkudoro berhadapan dengan senopati Ngastino / Hastinapura, Raden Dursosono di tepian sungai Cing Cing Goling. Mereka saling menantang siapa diantaranya yang berani melompati sungai. Pada akhirnya, Dursosono leno, gugur ditangan Haryo Werkudoro. Perlu diketahui, pagelaran brontoyudo ini dipercayai sebagai lakon yang wingit/sakral, tidak sembarang dalang sanggup melaksanakannya. Karena kewingitannya pula, tokoh2 wayang yang akan gugur, sebelumnya telah disemati bunga ditubuhnya.....seru.